Contohnya kulit buah dan kulit sayuran atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah: kulit jagung, kulit bawang, kulit buah atau biji-bijian, jerami dan sebagainya, Pengolahan limbah organik basah dapat dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan sinar matahari langsung hingga kadar air dalam bahan
21 Tinjauan tentang Limbah sayur Limbah sayuran merupakan sisa sayur yang terbuang dan tidak layak jual di pasar khususnya pasar tradisional.Limbah sayuran pada penelitian ini terdiri dari limbah kubis, sawi putih, dan sawi hijau.Limbah sayuran berpeluang sebagai bahan pembuatan pupuk organik karena ketersediaannya yang melimpah serta
Contohnyaseperti buah-buahan dan sayuran yang membusuk, kotoran hewan, dan lainnya.-Limbah Anorganik rimbakita.com. Disebut juga sebagai limbah non organik yang tergolong sulit terurai karena dekomposer dalam tanah tidak bisa menguraikan zat organik secara alami. Sebagian besar membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menguraikan limbah anorganik.
Beberapabahan sayur-sayuran yang ada di dapur bisa dimanfaatkan untuk media perawatan kulit, terutama sebagai masker wajah. Kelompok bahan masker dari sayur mayur ini tentu sangat aman, murah, dan alami. Masker wajah dari bahan sayur mayur berperan efektif dalam membersihkan semua kotoran, polutan, dan radikal bebas dari kulit muka anda.
Limbahorganik adalah limbah yang berasal dari tumbuhan, hewan sedangkan anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan-bahan kimia dan susah untuk diuraikan. termasuk dari limbah organik adalah sisa makanan, Sayuran dan buah-buahan, Daun kering, Rumput, Potongan kayu, kotoran hewan.
K5kM. Ilustrasi cara membuat pupuk organik cair. Sumber Gary Barnes/ satu hobi yang sangat bermanfaat adalah merawat tanaman. Dalam perawatannya, tanaman tentunya membutuhkan nutrisi dari pupuk. Namun ternyata, cara membuat pupuk organik cair bisa dilakukan sendiri di rumah. Menurut Parnata dalam bukunya bertajuk Pupuk Organik Cair Aplikasi & Manfaatnya, pupuk organik cair sangat bermanfaat dalam menunjang nutrisi tanaman serta membantu proses pertumbuhannya. Untuk mengetahui cara membuat pupuk organik cair di rumah, mari simak artikel ini sampai Membuat Pupuk Organik CairIlustrasi cara membuat pupuk organik cair. Sumber Teona Swift/ Pupuk organik cair umumnya dapat ditemukan dengan mudah di toko penjual tanaman. Namun ternyata, pupuk ini juga bisa dibuat sendiri di rumah. Adapun cara membuat pupuk organik cair di rumah, antara Dari Kotoran HewanCara membuat pupuk organik cair yang pertama dapat dilakukan dari kotoran hewan. Untuk membuatnya, kotoran hewan bisa dicampurkan dengan air, EM4, serta gula pasir yang telah dilarutkan. Setelah seluruh bahan tersebut dicampurkan, pupuk bisa ditutup rapat dan dibuka setiap 3 hari untuk diaduk. Proses ini bisa dilakukan selama 3 Beras BasiCara membuat pupuk organik cair berikutnya adalah dengan menggunakan beras basi. Sebab, beras basi mampu difermentasi dengan sangat baik. Untuk membuatnya, beras basi sebanyak 1 kg bisa dicampurkan dengan 1 liter air serta 5 sendok gula pasir. Gula ini berfungsi untuk sebagai makanan bagi mikroorganisme yang terkandung dalam nasi basi. Setelah dicampurkan, pupuk bisa ditutup rapat, lalu dibuka sedikit setelah dua hari agar udara dari dalam wadah dapat keluar. Pada hari ketujuh, umumnya pupuk organik cair ini sudah Air Pencucian BerasCara membuat pupuk organik cair selanjutnya dapat dilakukan dengan air pencucian beras. Maka dari itu, setelah mencuci beras, jangan langsung membuang airnya, karena bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair. Untuk membuatnya, air cucian beras bisa dicampurkan dengan bubuk fermentasi dan gula pasir. Setelah itu, pupuk bisa disimpan dalam ruangan gelam hingga 1 sampai 2 Kulit BuahCara membuat pupuk organik cair selanjutnya dapat dilakukan dengan bahan dasar kulit buah. Sama seperti buahnya, kulit buah umumnya mengandung banyak nutrisi yang penting bagi tanaman. Untuk membuatnya, kulit buah yang telah dipotong kecil-kecil bisa dicampurkan dengan air bersih, bubuk fermentasi, serta gula pasir. Setelah itu, tutup wadah hingga rapat, kemudian buka setelah 1 hari untuk mengeluarkan udara dan tutup kembali. Setelah 14 hari, umumnya pupuk organik cair sudah siap digunakan untuk menutrisi Air Rebusan SayurCara membuat pupuk organik cair yang terakhir adalah dengan memanfaatkan air rebusan sayur. Sebab, air rebusan sayur umumnya memiliki banyak vitamin yang diperoleh dari nutrisi yang dilepaskan oleh sayur. Untuk menjadikannya sebagai pupuk, air rebusan sayur bisa langsung disiramkan pada tanaman atau dicampur dengan bubuk fermentasi serta gula pasir, kemudian didiamkan selama beberapa hari. Demikian sederet cara membuat pupuk organik cair dari berbagai bahan yang bisa didapatkan dengan mudah di rumah. [ENF]
Ilustrasi Kulit Buah dan Sayur adalah Ciri dari limbah Organik Foto Bethany Szentesi atau limbah seringkali dianggap sebagai hal kotor yang bisa dibuang begitu saja. Padahal, limbah dapat dibedakan menjadi limbah organik dan anorganik. Kulit buah dan sayur adalah ciri dari limbah organik. Mengapa limbah dibedakan?Kalian pasti sering melihat tempat sampah dengan tulisan organik dan anorganik kan? Kalian juga harus bisa membedakan mana yang termasuk organik dan anorganik agar tidak salah membuang sampah. Simak penjelasannya berikut LimbahIlustrasi Pengertian Limbah Foto Joshua Hoehne dari limbah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian. Arti kata sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertasSedangkan dikutip dari Cara Bijak Mengolah Sampah Menjadi Kompos dan Pupuk Cair oleh Suryati 2014, sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu bentuknya, limbah dibagi menjadi limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah jenis limbah yang berupa limbah padat yang mudah terurai secara alami. Contohnya adalah kulit buah, sayur, sisa makanan, dan sisa dari limbah organik, limbah anorganik adalah limbah padat yang tidak dapat terurai oleh proses alam. Contohnya adalah logam, plastik, kaca, dan Limbah OrganikUntuk bisa membedakan mana limbah organik dan mana limbah anorganik, kalian bisa menyimak ciri-ciri limbah organik berikutBiasanya limbah organik memiliki kadar air yang banyak. Air dalam limbah organik ini perlahan menguap hingga akhirnya organik adalah limbah yang berasal dari bahan organik biasanya cepat membusuk. Ini ciri yang paling mudah untuk membedakan limbah organik dengan limbah limbah organik dikubur di dalam tanah, maka mikroba akan menghancurkan atau mengurai limbah dan tanah tidak akan Mengolah Limbah OrganikMeskipun namanya limbah, namun limbah organik masih bisa dimanfaatkan jika diolah dengan benar. Salah satu cara pengolahannya adalah dengan membuat limbah organik menjadi pupuk kompos. Bagaimana caranya?Pertama, siapkan bahan seperti limbah organik sisa sayur atau buah dan sisa makanan, wadah berukuran besar dengan tutup, sarung tangan, tanah, air, arang sekam, kapur pertanian, dan cairan pupuk masukkan tanah dan limbah organik yang sudah dicampur dengan arang sekam bisa tidak dicampur.Kemudian siram permukaan tanah dengan air secukupnya dan tuangkan kapur ketebalan antara sampah dengan tanah seimbang. Tuang air yang sudah dicampur dengan EM4 dan terakhir tutup permukaan dengan tanah dan dengan tutup wadah juga wadahnya sudah tertutup dengan rapat dan diamkan selama kurang lebih 21 hari. Simpan wadah di tempat yang tidak terkena sinar matahari pengertian dan ciri limbah organik. Limbah dibagi menjadi organik dan anorganik. Kita harus bisa membedakan dan juga mengolah limbah tersebut. KRIS
Buah-buahan merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia. Pada umumnya masyarakat hanya memanfaatkan daging buahnya saja, misalnya dibuat jus, selai, salad, sirup, dll. Sedangkan kulit buahnya hanya dibuang dan menjadi limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemanfaatan limbah kulit buah-buahan dan mengetahui unsur hara yang terkandung di dalam pupuk organik cair POC yang bahan bakunya berasal dari limbah kulit buah-buahan. Penelitian ini dilaksanakan di Persemaian Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dengan waktu ± 3 bulan efektif. Pola penelitian menggunakan 2 campuran bahan baku kompos yaitu limbah kulit buah nenas + limbah kulit buah naga A dan limbah kulit buah nenas + limbah kulit buah jeruk B dengan waktu pengambilan air lindi pada pekan ke-2, ke-4, dan ke-6 setelah kegiatan pengomposan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lindi yang berasal dari campuran kulit buah nenas + buah naga menghasilkan lindi yang lebih banyak ml dibandingkan lindi yang berasal dari campuran kulit buah nenas + kulit buah jeruk ml. Kandungan unsur hara P tersedia pada lindi yang berasal dari campuran kulit buah nenas dan kulit buah jeruk hampir 8-10 kali lipat bila dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik. pH lindi yang dari campuran kulit buah nenas + buah naga rata-rata 3,63 dan pH campuran kulit buah nenas dan kulit buah jeruk rata-rata 3,71; kedua-duanya masih di bawah angka standar mutu yaitu 4-9. Perlu dilakukan penelitian yang lain untuk mengaplikasikan pupuk organik cair yang dihasilkan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183 Ulin–J Hut Trop 12 120-127Oktober 2017120 Ulin –J Hut Trop 12 120-127PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH-BUAHAN SEBAGAI BAHAN BAKUPEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIRMarjenah*, Wawan Kustiawan, Ida Nurhiftiani,Keren Hapukh Morina Sembiring danRetno Precillya EdiyonoLaboratorium Silvikultur Fakultas Kehutanan Universitas MulawarmanGedung B11 Lantai 2 Kampus Gunung Kelua Jl. Ki Hajar Dewantara Box 1013Telp. 0541 735 089; 749 068 Fax. 0541 735 379 Samarinda 75116* E-mail marjenah_umar are one of the most important needs for human beings. In general, people use the pulp only, such as juice, jam,salad, syrup, etc. While the rind of the fruit, just thrown away and become waste. The purpose of this study to find outalternative wastes utilization of rind and know the nutrients contained in liquid organic fertilizer. The raw materialsderived from the waste of rind. This research was conducted at Nursery belong to Faculty of Forestry University ofMulawarman in ± 3 months effective. The experimental design uses 2 compost raw material mixtures of pineapple rindand dragon fruit rind A and pineapple rind and citrus rind B. Leach taking time at the 2nd, 4th, and 6th week afterthe composting activity. The results of this study indicate that leachate derived from pineapple rind and dragon fruit rindA produce more leachate 8,960 ml than leachate derived from pineapple rind and citrus rind B 6,551 ml. Thenutrient content of P is available on leachate derived from a mixture of pineapple rind and citrus rind almost 8 - 10times when compared with the standard of organic fertilizer. pH of leachate from pineapple rind and dragon fruit rindaverage and pH of pineapple rind and citrus rind an average of Both of value under standard quality score of4 - 9. Another research needs to be done to apply the resulting liquid organic Fruit rind; nutrient content; liquid organic fertilizer; leachateABSTRAKBuah-buahan merupakan kebutuhan yang penting bagi manusia. Pada umumnya masyarakat hanya memanfaatkandaging buahnya saja, misalnya dibuat jus, selai, salad, sirup, dll. Sedangkan kulit buahnya hanya dibuang dan menjadilimbah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemanfaatan limbah kulit buah-buahan dan mengetahui unsurhara yang terkandung di dalam pupuk organik cair POC yang bahan bakunya berasal dari limbah kulit ini dilaksanakan di Persemaian Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dengan waktu ± 3 bulanefektif. Pola penelitian menggunakan 2 campuran bahan baku kompos yaitu limbah kulit buah nenas + limbah kulitbuah naga A dan limbah kulit buah nenas + limbah kulit buah jeruk B dengan waktu pengambilan air lindi padapekan ke-2, ke-4, dan ke-6 setelah kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa lindi yang berasaldari campuran kulit buah nenas + buah naga menghasilkan lindi yang lebih banyak ml dibandingkan lindi yangberasal dari campuran kulit buah nenas + kulit buah jeruk ml. Kandungan unsur hara P tersedia pada lindi yangberasal dari campuran kulit buah nenas dan kulit buah jeruk hampir 8-10 kali lipat bila dibandingkan dengan standarmutu pupuk organik. pH lindi yang dari campuran kulit buah nenas + buah naga rata-rata 3,63 dan pH campuran kulitbuah nenas dan kulit buah jeruk rata-rata 3,71; kedua-duanya masih di bawah angka standar mutu yaitu 4-9. Perludilakukan penelitian yang lain untuk mengaplikasikan pupuk organik cair yang kunci Limbah kulit buah-buahan; kandungan hara; pupuk organik cair; air lindiPENDAHULUANDalam kehidupan sehari-hari, buah-buahanmerupakan kebutuhan yang penting bagi umumnya, masyarakat hanya memanfaatkandaging buahnya saja sebagai jus, selai, salad, dansirup. Sejauh ini pemanfaatan kulit buah sangatjarang ditemukan dan kulit buah-buahan tersebuthanya dibuang dan menjadi sampah. Bila sampahdibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpaada pengelolaan yang baik, maka akanmenimbulkan berbagai dampak kesehatan merupakan material sisa yang sudahtidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yangharus dibuang, yang umumnya berasal darikegiatan yang dilakukan oleh manusia Fadhilahet al., 2011.Keberadaan sampah buah-buahan yangmelimpah memiliki potensi yang besar sebagaisumber bahan baku untuk pembuatan pupukorganik cair. Tumpukan limbah buah-buahan inijarang dimanfaatkan oleh masyarakat, karenasudah tidak layak untuk makanan ternak. Biasanyasampah buah-buahan hanya dibiarkan saja,sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017121bagi kebersihan lingkungan dan dapatmengganggu kesehatan. Sebagai solusi daridampak yang ditimbulkan oleh sampah buah-buahan ini, limbah kulit buah-buahan ini dapatdijadikan sumber bahan baku alternatif yangpotensial untuk menghasilkan pupuk organik itu, teknologi ini juga banyakkeuntungan, yaitu bubur sampah buah-buahanslurry air lindinya dapat digunakan sebagaipupuk organik cair dan ampasnya dapat dijadikanmedia pertumbuhan media sapih. Pupuk organikyang dihasilkan adalah pupuk yang sangat kayaakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh senyawa-senyawa tertentu sepertiprotein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisadigantikan oleh pupuk kimia Bayuseno, 2009.Buah nenas matang umumnya dimakansegar, dibuat selai, jeli, dan saribuah. Buah nenasyang telah matang tidak tahan lama, 4-5 harisetelah panenmulai membusuk. Bagian buahnenas yang dapat dimakan mengandungairsebanyak 85%, protein 0,4%, gula 14%, lemak0,1%, serat 0,5%, serta banyakmengandungvitamin A dan B Ashari, 2006. Limbah kulitbuah nenas yang dihasilkan dari satu buah nenasberkisar 21,73-24,48 %, berat nenas rata-rata perbuah adalah sekitar 600-800 gram sehingga dalam200 kg nenas dapat menghasilkan sampah kulitbuah nenas sebanyak 40-50 itu, buah naga umur simpannya 7-10 hari pada suhu 14oC, karena memiliki kadar airyang tinggi yaitu mencapai 90%. Jumlah buahnaga dalam satu kilogram sekitar 3-4 beberapa jenis buah naga, yang banyakdigemari oleh masyarakat adalah jenis buah nagadengan daging buah berwarna merah karenamemiliki karakteristik rasa lebih manis biladibandingkan dengan jenis lainnya Wisesa et kulit yang dihasilkan dari satu buahnaga sekitar 30-35%, sehingga dari 200 kg buahnaga atau sekitar 50-66 biji buah naga dapatmenghasilkan limbah kulit buah naga sebanyak60-77 kg yang pada umumnya hanya dibuangsebagai limbah sehingga tidak dimanfaatkansecara optimal Tahir, 2008.Sebagai upaya pemanfaatan limbah hasilpertanian, kulit buah naga dapat dimanfaatkansebagai sumber pektin dalam pembuatan selai dandalam pangan fungsional. Kulit buah naga dapatdijadikan sumber antioksidan yang cukup tinggidan setara dengan daging buah naga. Kulit buahrata-rata menghasilkan pektin sekitar 10,40-16,76% Tang, et al., 2011.Buah jeruk yang masak sempurnamengandung 77-92% air, apabila waktu buahtumbuh terjadi kekeringan maka air dalam buahdapat diserap kembali oleh daun. Kandungan gulayang terdapat dalam bagian yang dapat dimakanbervariasi antara 2-5%, protein kurang dari 2%,dan asam sitrat 1-2%. Golongan jeruk pecel danlimau mengandung asam sitrat 6-7%. Konsumsibuah dan sari jeruk cukup baik, karena nilaikandungan vitamin C cukup, yaitu 50 mg dalam100ml jus. Disamping itu vitamin P jugadinamakan citrin dan vitamin A terdapat didalamnya Tohir, 1983.Pemanfaatan sampah organik selama ini lebihbanyak berupa pupuk organik dalam bentuk padat,masyarakat jarang memanfaatkan sampah organikmenjadi pupuk organik cair. Padahal pupukorganik dalam bentuk cair memiliki kelebihan biladibandingkan pupuk organik dalam bentuk organik cair lebih mudah diserap olehtanaman karena unsur-unsur yang terdapat didalamnya sudah terurai dan pengaplikasiannyalebih organik cair memberikan beberapakeuntungan, misalnya pupuk ini dapat digunakandalam media tanam padat dengan caramenyiramkannya ke akar ataupun disemprotkanke bagian tubuh tumbuhan. Perlakuan pemberianpupuk dengan cara penyemprotan pada daunterbukti lebih efektif dibandingkan denganperlakuan pemberian pupuk melalui penyiramanpada media tanam Marjenah, 2012.Tanah yang secara terus menerus ditanamipasti akan berkurang kesuburannya akibatkandungan unsur haranya semakin rendah. Olehsebab itu pemupukan penting untuk dilakukanguna meningkatkan kandungan unsur hara padatanah. Pupuk organik memiliki sifat yang ramahlingkungan meskipun efek penggunaannyacenderung lebih lambat. Pupuk organik dapatmemperbaiki sifat tanah dan dapat berperansebagai penyangga persediaan unsur hara bagitanaman sehingga pupuk organik dapatmengembalikan kesuburan tanah. Pupuk organikdapat dibagi dua yaitu pupuk organik padat danpupuk organik cair Yuliarti, 2009. Pupukorganik cair merupakan salah satu jenis pupukyang banyak beredar di pasaran. Jenis pupuk inikebanyakan diaplikasikan melalui daun ataudisebut sebagai pupuk cair foliar yangmengandung unsur hara makro dan utama pupuk cair yang sangat bagusdari sampah organik yaitu bahan organik basahatau bahan organik yang mempunyai kandungan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair122 Ulin –J Hut Trop 12 120-127air tinggi seperti sisa buah-buahan atau sayur-sayuran. Bahan ini kaya akan nutrisi yangdibutuhkan tanaman. Semakin besar kandunganselulosa dari bahan organik maka prosespenguraian bakteri akan semakin lamaPurwendro dan Nurhidayat, 2006.Pupuk organik cair adalah pupuk yangkandungan bahan kimianya rendah maksimal 5%,dapat memberikan hara yang sesuai dengankebutuhan tanaman pada tanah, karena bentuknyayang cair. Maka jika terjadi kelebihan kapasitaspupuk pada tanah, dengan sendirinya tanamanakan mudah mengatur penyerapan komposisipupuk yang dibutuhkan. Pupuk organik cair dalampemupukan jelas lebih merata, tidak akan terjadipenumpukan konsentrasi pupuk di satu tempat, halini disebabkan pupuk organik cair 100% organik cair ini mempunyai kelebihandapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dantidak bermasalah dalam pencucian hara jugamampu menyediakan hara secara cepatMusnamar, 2006.Selain berfungsi untuk tanaman, pupukorganik cair juga mampu mengurangi jumlahlimbah yang terdapat di lingkungan sertamenyehatkan lingkungan karena pupuk organikcair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman,kotoran hewan, dan limbah dari hasil aktivitasmanusia yang memiliki kandungan unsur haralebih dari satu Hadisuwito, 2008.Penulisan artikel ini bertujuan untuk mencarialternatif pemanfaatan limbah kulit buah nenasdicampur kulit buah naga, dan kulit buah nenasdicampur kulit jeruk, serta kandungan unsur harayang terkandung di dalam pupuk organik cairyang Lokasi PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di PersemaianFakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, dananalisis kandungan hara dilakukan diLaboratorium Tanah, Fakultas KehutananUniversitas Mulawarman. Waktu yang dibutuhkandalam penelitian ini selama ± 3 bulan efektifNopember 2015 hingga Januari 2016, meliputipersiapan alat dan bahan-bahan penelitian, prosespembuatan pupuk organik cair, pengambilan data,analisis kandungan unsur hara, pengolahan dananalisis data serta penulisan hasil Bahan dan Peralatan PenelitianBahan-bahan yang digunakan dalampenelitian ini1. Limbah kulit buah nenas Ananas comosusMerr sebanyak 35 kg2. Limbah kulit buah naga HylocereuscostaricensisHaw sebanyak 10 kg3. Limbah kulit buah jeruk Citrus sp. sebanyak5 kg4. Gula pasir sebanyak 500 gram5. Larutan Effective Microorganisme 4 EM4sebanyak 400 mlPeralatan yang digunakan untuk pelaksanaanpenelitian ini terdiri dari komposter sebagaiwadah fermentasi bahan pembuatan pupuk; botoluntuk penyimpan air lindi hasil fermentasi;spayer tempat campuran EM4 dan gula; baskomsebagai tempat untuk mencampur bahanpembuatan pupuk; timbangan untuk menimbangbahan-bahan pembuatan pupuk; thermometeruntuk mengukur suhu bahan pembuatan pupuk,dan perlengkapan Parameter PenelitianParameter yang diamati dalam penelitiandalam terdiri dari parameter utama volume airlindi hasil fermentasi dan unsur hara yangterkandung di dalam pupuk organik cair danparameter penunjang suhu bahan pembuatanpupuk dan pH air lindi.D. Pola PenelitianPenelitian ini menggunakan 2 macamcampuran limbah kulit buah-buahan sebagaibahan utama pembuatan pupuk organik cair, yaituLimbah kulit buah nenas Ananascomosus Merr 15 kg + limbah kulitbuah naga Hylocereus costaricensisHaw 10 kg, danLimbah kulit buah nenas Ananascomosus Merr 20 kg + limbah kulitbuah jeruk Citrus sp. 5 waktu pengambilan lindiPengambilan lindi pada pekan ke-2setelah pembuatan pupukPengambilan lindi pada pekan ke-4setelah pembuatan pupukPengambilan lindi pada pekan ke-6setelah pembuatan pupukSesuai dengan bahan utama dan waktupengambilan sampel lindi dapat diperoleh 6sampel lindi, yaituKompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas + Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017123limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-2Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-4Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-6Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-2Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-4Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-6E. Prosedur PenelitianTahapan pelaksanaan penelitian pembuatan pupukorganik cair adalah sebagai berikut1. Bahan-bahan utama pembuatan pupuk organikcair dipotong terlebih dahulu, untukmemperkecil ukuran bahan serta untukmempercepat proses Bahan dicampur merata sesuai bahan dasaryang Larutan aktivator disiapkan denganmencampurkan air, gula pasir, EM4, dan telahdidiamkan selama 24 Bahan-bahan yang telah disiapkan selanjutnyadicampur dengan larutan aktivator, lalu adukhingga Setelah semua bahan tercampur rata,kemudian dipindahkan ke dalam Suhu bahan di dalam komposter tersebutdiukur, kemudian komposter ditutup Proses fermentasi dibiarkan berlangsungselama ±7 Setelah 14 hari 2 pekan hasil produksipupuk organik cair sudah dapat DAN PEMBAHASANA. Volume Air Lindi Pupuk Organik Cairyang DihasilkanDari hasil fermentasi atau pengomposanbahan-bahan organik berupa kulit buah-buahandihasilkan pupukorganik cair atau sering disebutdengan air lindi. Air lindi merupakan air yangdihasilkan dari proses pengomposan sehinggamengandung mikroba-mikroba yang memilikikemampuan dalam mendekomposisi materialorganik Hanafi dkk, 2014. Air lindi diperolehkarena telahterjadi pemisahan antara zat padat danzat cair di dalam komposter. Air lindiyangdihasilkan diambil setiap 2 pekan fermentasi selama 6 pekan, didapatkan hasillindi dengan volume sebagai berikutTabel 1. Produksi air lindi pupuk organik cair dari bahan utama campuran kulit buah nenas + kulit buahnaga dan campuran kulit buah nenas + kulit buah jerukProduksi POC ml pekanke -15 kg KulitbuahNenas+ 10 kg kulitbuahNaga Merah20 kg KulitbuahNenas+ 5 kg kulit buah jerukProduksi pupuk organik cair dari campuranbahan kulit buah nenas dan kulit buah nagasebanyak ml lebih tinggi bila dibandingkandengan pupuk organik cair dari campuran bahankulit buah nenas dan kulit buah jeruk ml. Campuran bahan kulit buah nenas dankulit buah naga lebih tinggi karena kedua buahtersebut memiliki kadar air yang tinggi. Buahnaga memiliki kadar air tinggi sampai 90% Tang, 2011 dan buah naga ± 85% Rukmana,2003; Ashari, 2006.Volume air lindi pupuk organik cairterbanyak dihasilkan pada pemanenan pertamayaitu ml dan ml, semakin menurunpada panen yang kedua pekan ke-4 dan yangterendah adalah pada panen ketiga pekan ke-6hal ini disebabkan pada dua pekan pertamamikroorganisme yang terkandung dalam EM4maksimal beraktivitas, hal ini dibuktikan dengansuhu yang meningkat secara bertahap, kemudianperlahan-lahan turun sampai hari ke-39 lihatTabel 3. Menurut Yuniwati dkk, 2012, bakteri-bakteri yang terdapat pada EM4 mempunyai suhu Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair124 Ulin –J Hut Trop 12 120-127pertumbuhan optimal rata-rata pada suhu 40oC,semakin besar suhu sampai 40oC efektivitassemakin air lindi dilakukanhanya sampai 6 pekan, karena setelah pekankeenam kran komposter sudah tidak lagimengeluarkan air lindi. Oleh karena itu prosesfermentasi dinyatakan telah lindi yang dihasilkan dari bahan bakuutama limbah kulit buah nenas memiliki warnacoklat kekuningan dengan aroma nenas yangmenyengat, hal ini disebabkan karena bahan bakudidominasi oleh kulit buah nenas. Pemanenan ke-2 dihasilkan air lindi berwarna coklat mudadengan aroma nenas yang lebih menyengatdibandingkan dengan pemanenan ini karena kulit buah nenas sebagai bahanutama dan bahan tambahannya mulai teruraisempurna sehingga aroma nenas lebih menyengatdan air lindi yang dihasilkan menjadi coklat terakhir, kulit buah telah teruraisempurna sehingga warna menjadi coklat tua danaroma menyengat dari nenas sudah Kandungan Unsur HaraHasil analisis kandungan unsur hara NitrogenN, Fosfor P, Kalium K, Kalsium Ca,Magnesium Mg pada pupuk cair berbahan utamacampuran limbah kulit buah nenas +kulit buahnaga dan limbah kulit buah nenas + kulit jerukyang telahdilakukan di Laboratorium Tanah,Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarmandidapatkan hasil yang disusun bersama pupukorganik pembanding lainnya yaitu pupuk organikcair Greentonik dan pupuk organik cair 2. Analisis Kandungan Unsur Hara POC Limbah Kulit Buah Nenas + Kulit Buah Naga A dan KulitBuah Nenas + Kulit Buah Jeruk B serta Pembandingnya Greentonik dan SeprintKet *standar mutu pupuk organik berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/ analisis menunjukkan unsur NitrogenN pada kompos cair campuran A, berada padakisaran nilai yang masuk dalam standar mutu,sedangkan campuran B berada di bawah standarmutu. Nitrogen memegang peranan pentingsebagai penyusun klorofil, yang menjadikan daunberwarna hijau. Warna daun merupakan petunjukyang baik bagi aras nitrogen suatu nitrogen yang tinggi menjadikandedaunan lebih hijau dan mampu bertahan lama,sehingga untuk sejumlah tanaman menyebabkanketerlambatan pematangan. Jika keterlambatan inisampai memasuki keadaan lingkungan yang tidakmenguntungkan, produksi tanaman bisa gagalPoerwowidodo, 1998. Nitrogen mempengaruhipertumbuhan tanaman dengan cara menjadikantanaman berwarna hijau, meningkatkanpertumbuhan daun dan batang. Unsur Nberkorelasi kuat dengan jaringan meristem,sehingga sangat menentukan pertumbuhantanaman Hanafiah, 2005.Untuk unsur fosfor P pada campuran Amaupun B memiliki nilai di bawah standar dianggap sebagai kunci kehidupantanaman key of plants life. P termasuk unsurhara esensial bagi tanaman dengan fungsi sebagaipemindah energi sampai segi-segi gen, yang tidakdapat digantikan oleh hara lain. Peranan P dalampenyimpanan dan pemindahan energi nampaknyamerupakan fungsi terpenting karena hal ini Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017125mempengaruhi berbagai proses lain dalamtanaman Rosmarkam dan Yuwono, 2006;Poerwowidodo, 1998.Fosfor di dalam tanaman mempunyai fungsisangat penting yaitu dalam proses fotosintesis,respirasi, transfer dan penyimpanan energi,pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Fosformeningkatkan kualitas buah, sayuran, biji-bijiandan sangat penting dalam pembentukan biji. Pjuga sangat penting dalam transfer sifat-sifatmenurun dari satu generasi ke generasiberikutnya. Fosfor membantu mempercepatperkembangan akar dan perkecambahan, dapatmeningkatkan efisiensi penggunaan air. Sebagianbesar tanaman dapat mengambil me-recovery Pyang diberikan dari pupuk 10 –30% dari total Pyang diberikan selama tahun pertama yang lain dari unsur fosfor padatanaman yaitu untuk pembentukan bunga danbuah, sehingga dapat dikatakan bahwa bagiantanaman yang paling tinggi kandungan fosfornyaadalah bagian buahHanafiah, 2005.Sementara itu, untuk unsur kalium Kberada jauh di bawah standar mutu. Kaliummerupakan unsur esensial bagi seluruh makhlukhidup. Pada jaringan tanaman tinggi, kaliummenyusun 1,7-2,7% bahan kering daun normalHanafiah, 2005. Kebutuhan tanaman terhadapion K tidak dapat diganti secara lengkap olehkation alkali lain. Tanpa kalium, tanaman tidakmampu mencapai pertumbuhan dan aras hasilmaksimal. Kalium terlibat dalam berbagai prosesfisiologi tanaman, terutama berperan dalamberbagai reaksi biokimia Poerwowidodo, 1998.Ion K di dalam tanaman berfungsi sebagaiaktivator dari banyak enzim yang berpartisipasidalam beberapa proses metabolisme utamatanaman. Fungsi penting K dalam pertumbuhantanaman adalah pengaruhnya pada efisiensipenggunaan air, proses membuka dan menutupstomata, dikendalikan oleh konsentrasi K dalamsel yang terdapat di sekitar stoma. Defisiensi Kdapat menyebabkan stomata membuka hanyasebagian dan menjadi lebih lambat unsur kalsium Ca dan magnesiumMg tidak ada standar mutu dari atau peningkatan kadar Ca dan Mgpada tanah defisiensi K atau penambahan kadarCa pada tanah defisiensi Mg dapat menyebabkantidak seimbangnya unsur hara yang akhirnyadapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidakbaik. Dalam tanaman Mg merupakan atom pusatdalam molekul klorofil sehingga sangat pentingdalam hubungannya dengan juga membantu metabolisme fosfat,respirasi dan aktivator beberapa enzim. Sumberutama Mg adalah batu kapur dolomit, merupakanbahan yang sangat baik memberikan Ca dan Mgselain untuk menetralisir kemasaman tanahHanafiah, 2005.pH kompos cair yang dihasilkan dari limbahkulit buah-buahan memiliki nilai sedikit lebihrendah dari ketentuan standar mutu. Untukmeningkatkan pH hingga mencapai standar yangditetapkan oleh pemerintah dalam standar mutu,dapat dilakukan dengan cara penambahan kapurpada saat pengaplikasian pupuk di kandungan unsur hara makro N, P,K, Ca, Mg terhadap pupuk organik cair yangbahan bakunya dari kulit buah-buahan tropis,dapat dikemukakan disini bahwa untuk pupukorganik cair dari kulit buah nenas + kulit buahnaga memiliki kandungan unsur N lebih tinggidaripada standar mutu, unsur P dan unsur Kkurang dari standar mutu. Sementara itu, untukpupuk organik cair yang bahan bakunya dari kulitbuah nenas + kulit buah jeruk memilikikandungan unsur N, P dan K kurang dari demikian, untuk pengaplikasianpupuk organik cair di lapangan perlu ditambahkanunsur hara yang kandungannya rendah N, P danK, sehingga terjadi keseimbangan unsur pupuk organik cair ini relatif amanbagi tanaman, karena bahan bakunya juga berasaldari bagian tubuh tanaman, selain itu, karenabentuknya yang cair akan memudahkan bagitanaman untuk melakukan penyerapan unsur Santi 2010, pupuk organik cair dapatdigunakan sebagai supleman bagi Suhu Komposter Saat FermentasiSuhu merupakan salah satu indikator yangmenujukkan perubahan aktivitas mikroorganismedalam menguraikan bahan organik. Selain itu,pengukuran suhu selama proses dekomposisipenting untuk dilakukan sebagai eveluasi suatuproses pengomposan berjalan dengan baik atautidak. Setelah dilakukan pemcampuran denganEffective Microorganisme 4 EM4 hingga prosesfermentasi berlangsung di dalam komposter,diperoleh hasil pengukuran suhu pupuk organikcair seperti ditampilkan pada tabel berikut Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair126 Ulin –J Hut Trop 12 120-127Tabel 3. Suhu komposter pada pembuatan pupukorganik cair dari limbah buah-buahanTabel di atas menunjukkan bahwa suhu rata-rata pengomposan yang didapat adalah 32,5OCpada campuran A dan 32,1OC pada campuranB. Pada campuran A, peningkatan suhu terjadisecara bertahap pada hari ke-1 sampai hari ke-9,sedangkan pada campuran B peningkatan suhusudah terjadi pada hari ke-2 suhu pada awal proses pengomposanmenandakan bahwa proses pengomposan berjalandengan baik, hal ini mengindikasikan bahwamikroorganisme yang terkandung dalam EM4Effective microorganisme 4 bekerja secaramaksimal selama proses pengomposan, hal inijuga dibuktikan dengan volume air lindi terbanyakterjadi pada pemanenan pertama pekan-2.Semakin tinggi suhu sampai 40OC efektivitaskerja bakteri semakin tinggi. Bakteri-bakteri yangterdapat pada EM4 mempunyai pertumbuhanoptimal rata-rata pada suhu 40OC Yuniwati, dkk.,2012.Pengukuran suhu tertinggi terjadi pada harike-2 45OC pada campuran B dan harike-9 46OCpada campuran A dan pada hari ke-10 danseterusnya hingga hari ke-39 terjadi penurunansuhu secara bertahap. Sejumlah energi dilepaskandalam bentuk panas pada perombakan bahanorganik sehingga mengakibatkan naik turunnyasuhu. Peningkatan suhu adanya aktivitas bakteridalam mendekomposisi bahan organik. Kondisimesofilik lebih efektif karena aktivitasmikroorganisme didominasi proto bakteri danfungi. Pengadukan atau pembalikan yangdilakukan dalam proses pengomposanmengakibatkan suhu turun dan kemudian naik lagiPandebesie dan Rayuanti, 2013.KESIMPULAN DAN SARANA. KesimpulanPupuk organik cair dari kulit buah nenas+ kulit buah naga memiliki kandungan unsurN lebih tinggi daripada standar mutu, unsur Pdan unsur K kurang dari standar itu, untuk pupuk organik cair yangbahan bakunya dari kulit buah nenas + kulitbuah jeruk memiliki kandungan unsur N, Pdan K kurang dari standar SaranPengaplikasian pupuk organik cair dilapangan perlu ditambahkan unsur hara yangkandungannya rendah, sehingga terjadikeseimbangan unsur hara. Pengaplikasian pupukorganik cair ini relatif aman bagi tanaman, karenabahan bakunya juga berasal dari bagian tubuhtanaman. Selain itu, karena bentuknya yang cairakan memudahkan bagi tanaman untukmelakukan penyerapan unsur PUSTAKAAshari, S. 2006. Hortikultura Aspek Universitas 2009. Penerapan dan PengujianTeknologi Anaerob Digester UntukPengolahan Sampah Buah-buahan dariPasar Tradisional. Rotasi, Volume A., H. Sugianto, H. Kuncoro, T. W. Murtini, 2011. Kajian PengelolaanSampah Kampus Jurusan ArsitekturFakultas Teknik Universitas 112.Hanafi, Y., Yulipriyanto, dan B. Ocatvia. Penambahan Air LindiTerhadap Laju Dekomposisi SampahDaun yang Dikomposkan dalam Bioedukatika No. 2Desember 2014. p. K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Cetakan-1. Divisi BukuPerguruan Tinggi. PT Raja GrafindoPersada. 2012. Respon Morfologis SemaiGaharu Aquilaria malaccensis LamkTerhadap Perbedaan Teknik Pemberian Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017127dan Konsentrasi Pupuk Organik Nasional Masyarakat PenelitiKayu Indonesia XV. Fakultas KehutananUniversitas Hasanuddin Makassar,Indonesia. November 6-7, 2006. Pupuk Organik Cair dan Padat,Pembuatan, Aplikasi. Penebar dan D. Rayuanti. 2013. PengaruhPenambahan Sekam pada ProsesPengomposan Sampah Domestik. JurnalLingkungan Tropis, 61 1998. Telaah Kesuburan Angkasa. S. dan Nurhidayat. 2006. MengolahSampah Untuk Pupuk Pestisida Swadaya. P. Y., C, J. Wong., K, K. Woo. of Pectin Extraction fromPeel of Dragon FruitHylocereuspolyrhizus. Asian Jurnal ofBiological Sciences, 42 S. S. 2010. Kegiatan Pemanfaatan LimbahNilam Untuk Pupuk Cair Organik DenganProses Fermentasi. Jurnal Teknik Kimia,42.Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2006. IlmuKesuburan Tanah. Penerbit R. 2003. Nenas Budidaya danPascapanen. Kanisius. M., F, Iskarima dan A, Optimasi Kondisi ProsesPembuatan Kompos dari Sampah Organikdengan Cara Fermentasi MenggunakanEM4. Jurnal Fakultas Teknologi IndustriInstitut Sains dan B. T danS, B. Widjanarko. Nilai Maksimum ProsesEkstraksi Kulit Buah Naga MerahHylocereus costaricensis. JurnalPangandan Agroindustri, 23 S., K. Sofyan, dan Jurnal Ilmu dan Teknologi KayuTropis Volume 5, No. 2. MasyarakatPeneliti Kayu Indonesia. Bogor. ... Dimana menggunakan EM4 sebagai bioaktivatornya. Hasil dari penelitian ini adalah pupuk organik cair dari kulit buah nanas + kulit buah naga memiliki kandungan unsur N lebih tinggi daripada standar mutu, unsur P dan unsur K kurang dari standar itu, untuk pupuk organik cair yang bahan bakunya dari kulit buah nenas + kulit buah jeruk memiliki kandungan unsur N, P dan K kurang dari standar mutu [4]. Neng Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan pupuk organic antara lain a. Nilai C/N Bahan Nilai C/N merupakan hasil perbandingan antara karbon dan nitrogen. ...... Berdasarkan peneliti pendahulu Marjenah,2017 bahwa semakin lama waktu fermentasi semakin besar nilai total N hasil dari pendekomposisian bahan organic. [4]. Selain itu bahwa kandungan C-Organik semakin menurun dan kandungan N-Total semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi sehingga didapatkan rasio C/N semakin menurun dengan semakin lamanya waktu fermentasi. ...Elok Putri RachmawatiVia TitaniaSiswanto SiswantoPupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dengan keberadaan pupuk organik melibatkan mikroorganisme yaitu larutan MOL yang mengandung unsur hara mikro dan makro berpotensi sebagai perombak bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan ratio C/N pada pupuk organic cair dari kulit nanas dan kulit pisang serta mengetahui waktu fermentasi dan jumlah penambahan starter MOL yang dibutuhkan untuk memperoleh kadar C/N terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan membuat starter berupa mikroorganisme lokal yang digunakan sebagai bioaktivator. Pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan proses fermentasi. Proses ini dilakukan dengan variasi waktu 1, 2, 3, 4, dan 5 minggu. Dan penambahkan larutan MOL dengan variasi 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Pada penelitian yang telah dilakukan, diketahui pada waktu fermentasi selama 5 minggu dapat memenuhi standart mutu karena memiliki nilai rasio C/N sebesar dan Rasio C/N tersebut didapatkan setelah dilakukan proses fermentasi selama 1 minggu dan penambahan larutan mol sebesar 0% dan 2% serta selama 2 minggu dengan penambahan larutan mol sebesar 0%.... The fruit thinning process is performed to improve the quality of oranges. About 40% -70% of young and small ovaries are discarded, hence, they become waste that can pollute the surrounding environment, with only a small portion being used as compost Marjenah et al., 2017. ...... Pemanfaatan limbah kulit buah-buahan nanas & buah naga menjadi pupuk organik cair, dilakukan oleh Kustiawan et al., 2017. Variabel penelitiannya, lama fermentasi, dengan hasil terbaik pada lama fermentasi 3 bulan. ...Muhammad Sabil Firmansyah PutraSihabuddin SihabuddinAgung RasmitoLimbah cair proses pembuatan tahu masih banyak mengandung kadar Nitrogen N yang tinggi. Daripada dibuang begitu saja dapat mencemari, maka dimanfaatkan untuk pupuk. Agar mudah diserap tumbuhan maka harus difermentasi. Proses fermentasi limbah cair tahu dengan menambahkan kulit pisang, kubis dan bioak-tivator EM4. Variabel yang digunakan rasio berat kulit pisang dengan kubis pada starter, dan juga lama fermentasi. Kesimpulannya, rasio berat kulit pisang dan kubis makin kecil, kadar Nitrogen N makin besar dimana kadar Nitrogen N yang paling tinggi pada lama fermentasi 15 hari... Ningsih 2017 menyatakan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah kulit buah naga dan jerami padi dosis 13 ml/polybag, memiliki inhibisi antioksidan tertinggi pada tanaman kangkung darat yaitu sebesar 92,2%. Hasil analisis menunjukan bahwa unsur nitrogen N pada pupuk cair organik campuran kulit buah nanas dan kulit buah naga berada pada kisaran nilai yang masuk dalam standar mutu yaitu 1,57% pada penyimpanan pekan ke-2 dan pada penyimpanan pekan ke-6 nilai N meningkat menjadi 5,11 %, sedangkan pada pupuk organik cair campuran lain tanpa limbah kulit buah naga kulit nanas dan kulit jeruk kandungan nitrogennya menurun yaitu pada pekan ke-2 sebesar 5,21 % hingga pekan ke-6 menjadi 0,78% Kustiawan et al., 2017. ...Matias Peli Kadu Amah I Made Adi SudarmaMarselinus HambakoduPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokasi kotoran ayam dengan level yang berbeda terhadap produktivitas rumput odot Pennisetum purpureum cv. Mott. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Wangga, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap RAL 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni R = kontrol, R1 = pupuk bokasi kotoran ayam 10%/polybag, R2 = pupuk bokasi kotoran ayam 20%/polybag, dan R3 = pupuk bokasi kotoran ayam 30%/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, produksi bahan segar, dan produksi bahan kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA, bila berpengaruh nyata maka akan dilanjutkan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test DMRT. Hasil penelitian menunjukan perlakuan tidak berpengaruh nyata P>0,05 terhadap produksi bahan kering dan jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata P... Ningsih 2017 menyatakan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah kulit buah naga dan jerami padi dosis 13 ml/polybag, memiliki inhibisi antioksidan tertinggi pada tanaman kangkung darat yaitu sebesar 92,2%. Hasil analisis menunjukan bahwa unsur nitrogen N pada pupuk cair organik campuran kulit buah nanas dan kulit buah naga berada pada kisaran nilai yang masuk dalam standar mutu yaitu 1,57% pada penyimpanan pekan ke-2 dan pada penyimpanan pekan ke-6 nilai N meningkat menjadi 5,11 %, sedangkan pada pupuk organik cair campuran lain tanpa limbah kulit buah naga kulit nanas dan kulit jeruk kandungan nitrogennya menurun yaitu pada pekan ke-2 sebesar 5,21 % hingga pekan ke-6 menjadi 0,78% Kustiawan et al., 2017. ...Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi segar biomasa Indigofera zollingeriana yang tumbuh di lahan gambut bertipe saprik pada umur 2, 3 dan 4 bulan setelah pemangkasan. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok RAK yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan adalah biomasa indigofera yang dipanen pada umur 2 bulan 2B, 3 bulan 3B dan umur 4 bulan 4B. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tua umur pemangkasan maka panjang ranting, jumlah daun, rasio daun/ranting, produksi segar dan kandungan bahan kering indigofera semakin meningkat. Panjang ranting indigofera pada 2B, 3B dan 4B berturut-turut adalah 52,23 cm, cm dan 132,12 cm. Jumlah daun indigofera pada 2B yaitu helai, kemudian meningkat pada 3B yaitu helai dan pada 4B yaitu helai. Persentase daun meningkat dari 31,7% 2B menjadi 44% 4B, sedangkan persentase ranting menurun dari 68,3% 2B menjadi 56% 4B. Rataan produksi segar tanaman indigofera per pohon pada 2B, 3B, dan 4B berturut-turut yaitu 542,7 g/pohon, g/pohon, dan g/pohon. Kandungan bahan kering indigofera pada 2B yaitu sebesar 13,25%, pada 3B yaitu 14,76%, dan pada 4B yaitu 15,76%. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indigofera zollingeriana dapat tumbuh dengan baik pada tanah gambut tipe saprik. Produksi tertinggi biomasa Indigofera zollingeriana berdasarkan hasil penelitian ini adalah pada umur 4 bulan setelah pemangkasan. Kata kunci Indigofera zollingeriana, gambut, umur pertumbuhan kembali... Apart from lactic acid and acetic acid, citric acid also has a positive effect on plant growth. Experiments conducted by Marjenah et al. [28] who studied the effect of a mixture of beef bone with organic acids to increase available P and growth of maize in inceptisol soil, showed that citric acid was able to more strongly dissolve P-organic cow bone ash than acetic acid and lactic acid, so that P availability increased for plants. ...This study was carried out to examine the production of liquid fertilizer made from goat feces LFGF as well as the potency of LFGF for increasing plant growth and yield of vegetables. The study was conducted through 3 studies. The first study was begun with compiling a formulation for LFGF. The selected-raw-material was goat feces added with sugar and ZA, as well as EM Lactobacillus sp., Actinomycetes sp., Streptomyces sp. and Yeast. The experimental results indicated that an increase in the concentration of ZA resulted in an increase in the total N and S content, as well as an increase EC of LFGF. Increased sugar concentration results in a decrease in pH and an increase in lactic acid content, whereas an increase in ZA decreases the formation of acetic acid. The use of sugar 25 g L−1 water and ZA 50 g L−1 water could produce the best quality of LFGF. The second study was to examine the selected LFGF combined with AB-Mix nutrient solution on the growth and yield of three types of leaf vegetables which were cultivated hydroponically. The results indicated that LFGF can potentially replace AB-Mix fertilizer by up to 50% in hydroponic vegetable cultivation. The third study was to examine the selected LFGF as nutrients availability of mustard that was cultivated in pots, given through planting media with a concentration of 140 L−1 water EC 2300 μS cm−1. It shows that LFGF has the potential to increase the growth and yield of mustard plants in pots. Tharmizi HakimDevi Andriani LutaDiki Syahputra SitepuBawang merah Allium ascalonicum L memiliki prospek pasar yang baik, diantaranya termasuk dalam produk unggulan nasional, untuk meningkatkan hasil produksi tanaman bawang merah dibutuhkan pupuk yang mengandung unsur hara yang lengkap, salah satunya pemberian pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok RAK Faktorial yang terdiri 2 faktor yang diteliti dengan 16 kombinasi perlakuan dan 2 ulangan. Faktor I yaitu pemberian pupuk organik padat P terdiri 4 taraf yaitu P0 0 kg/plot, P1 kg/plot, P2 kg/plot dan P3 kg/plot. Faktor II yaitu pemberian POC C terdiri 4 taraf yaitu C0 0 ml/liter air/plot, C1 250 ml/liter air/plot, C2 450 ml/liter air/plot dan C3 650 ml/liter air/plot. Parameter yang diamati pada penelitian berlangsung adalah tinggi tanaman cm umur 2, 3, 4, 5 dan 6 minggu setelah tanam, berat umbi basah g, berat umbi kering g, konversi produksi per hektar kg dan laba rugi tanaman bawang merah Rp. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik padat terhadap tinggi tanaman cm umur 2 dan 3 minggu setelah tanam berpengaruh tidak nyata tetapi berpengaruh sangat nyata pada umur 4, 5 dan 6 minggu setelah tanam, berat umbi basah g, berat umbi kering g, dan konversi produksi perhektar kg. Pengaplikasian pupuk organik cair berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman cm umur 2 dan 3 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh sangat nyata pada umur 4, 5 dan 6 minggu setelah tanam, berat umbi basah g, berat umbi kering g, dan konversi produksi perhektar kg namun interaksi dari kedua perlakuan pupuk organik padat dengan pupuk organik cair memberikan pengaruh tidak nyata pada semua parameter yang uncertain state of the village economy in Indonesia has made people's livelihoods unstable, demanding that the community 1 be more creative in opening up businesses or opening up their own businesses to live their lives, so that unemployment does not increase. Indonesia famous as rich country in natural resources such as mining, agriculture, forests, spices and fisheries. Most people do not know so much effort that we can build by using creative ideas by utilizing the ingredients that are around us. Our main motivation for creating creative ideas that we will describe below is to help increase the income of surrounding communities with entrepreneurship training in the formation of creative industries related to food. So that the hope is that besides being able to improve the standard of living of the community in the academic community, it can also provide new jobs for the surrounding community. That reason is what underlies and encourages us to create this creative idea, so that finally it comes to our minds to create new product creations by utilizing the basic ingredients of Bawel fish skin. In realizing this program, we will also involve students who will later become mentors and assistants in the entrepreneurship training process. The creative industry that we make is related to food which makes Bawal fish skin as the main base material that will be processed into crackers and this business will be managed in a transparent and whole way for the surrounding community. It is hoped that the presence of the creative food industry based on Bawal fish skin can increase the income of the people in Sambirejo village, as the location of thisA R R PutriA S Wulandari Yunik IstikoriniRhizobacteria inoculation and ecoenzyme application can improve seeds’ growth. This research aims to study the potency of rhizobacteria and ecoenzyme to improve Aquilaria malaccensis growth. The experimental design used a nested plot design where ecoenzyme as the sub-plot that nested in rhizobacteria inoculation Serratia marcecscens, Stenotrophomonas maltophilia , and the mix of S. marcecscens + S. maltophilia as the main plot. The results showed that rhizobacteria inoculation and ecoenzyme application were no significant effect on improving the plant height, diameter, amount of new leaves, total wet weight, total dry weight, and seed moisture content. The new shoots on S. marcescens inoculation without ecoenzyme increased 112,5% compared to the control. Application of ecoenzyme to the plants inoculated by rhizobacteria promoted root growth and made the leaves got greener. Shoot root ratio and seedling quality index showed that seeds were ready to transplant in the field. The results of this study can be used as a reference in applying biofertilizers to forestry plants, especially the slow-growing species. Yahya HanafiBernadetta YulipriyantoOcatviaSampah merupakan barang atau segala sesuatu yang dianggap sudah tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi dan tidak dapat dipergunakan tidak fungsional lagi. Sampah daun merupakan sampah organik terbanyak di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta UNY. Pengomposan secara alami berlangsung cukup lama, dengan penambahan aktivator dapat mempercepat proses pengomposan. Alternatif aktivator yang dapat digunakan yaitu air lindi dari hasil proses pengomposan sampah daun di rumah Kompos UNY. Melalui penelitian ini akan diungkap kemampuan mikroorganisme di dalam air lindi untuk mempercepat laju dekomposisi sampah daun dan mengetahui dinamika densitas utama penelitian yaitu sampah daun kelengkeng Euphoria longana, daun ketepeng Cassia tora L., dan air lindi dari pengomposan di rumah kompos UNY. Penelitian ini memakai 6 taraf perlakuan air lindi, yaitu perlakuan A = kontrol tanpa air lindi ; B = 2,2 liter ; C = 3,2 liter ; D = 4,2 liter ; E = 5,2 liter ; F = 6,2 liter, jumlah volume sampah daun 8 kg setiap perlakuan. Penelitian dilakukan dengan skala kecil dalam vessel ember berukuran 8 liter selama 70 hari di rumah kompos UNY. Laju dekomposisi sampah daun ditentukan dari besarnya penurunan rasio C/N pada akhir air lindi sebesar 5,2 liter dalam 8 kg sampah daun paling optimum menurunkan rasio C/N sebesar 43,18% dengan lama waktu pengomposan selama 70 hari. Dinamika densitas bakteri- fungi berkaitan dengan penurunan rasio C/N, kadar Karbon C, kadar Bahan Organik BO, kadar air, bobot kompos dan peningkatan kadar Nitrogen N, kadar Phospor P, kadar Kalium K, dan pH SorayaSanti JurusanTeknik KimiaSurabayaWaste of the distillation of pogestemon cablin still havet high nutrient content and potential as a good raw material of organic fertilizer . Rapid composting technology and efficient organic fertilizer will produce high quality compost. This study aim to determine the best conditions in terms of fermentation time 6,10,14,18,22 day and volume of bacteria EM4 2,4,8,10% EM4/solution were added to the N, P, K most in the process of making liquid fertilizer to use waste leaves the distillation of pogestemon cablin of N, P and K respectively weight, and heavy weight and the volume EM4 8% and the fermentation time of 14 Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Bayuseno, 2009. Penerapan dan Pengujian Teknologi Anaerob Digester Untuk Pengolahan Sampah Buah-buahan dariS AshariAshari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Bayuseno, 2009. Penerapan dan Pengujian Teknologi Anaerob Digester Untuk Pengolahan Sampah Buah-buahan dari Pasar Tradisional. Rotasi, Volume 11 A HanafiahHanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Edisi-1. Buku PerguruanTinggiDivisi Buku Perguruan Tinggi. PT Raja Grafindo Persada. Morfologis Semai Gaharu Aquilaria malaccensis Lamk Terhadap Perbedaan Teknik Pemberian dan Konsentrasi Pupuk Organik CairMarjenahMarjenah, 2012. Respon Morfologis Semai Gaharu Aquilaria malaccensis Lamk Terhadap Perbedaan Teknik Pemberian dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair. Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia XV. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia. November 6-7, Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar SwadayaMusnamarMusnamar. 2006. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar Swadaya. Penambahan Sekam pada Proses Pengomposan Sampah DomestikE S D PandebesieRayuantiPandebesie, dan D. Rayuanti. 2013. Pengaruh Penambahan Sekam pada Proses Pengomposan Sampah Domestik. Jurnal Lingkungan Tropis, 61 31-40.
Jakarta - Kita semua pasti setuju kalau tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan, seperti konsumsi sayur dan buah setiap harinya. Tidak hanya serat, sayur dan buah juga memiliki vitamin dan mineral yang dibutuhkan agar tubuh tetap sehat. Rupanya konsumsi buah dan sayur yang tinggi dapat membantu menurunkan risiko serta masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. 7 Campuran Jus Buah yang Tidak Baik bagi Tubuh, Segera Hindari Jangan Ditolak, Ini 15 Manfaat Oyong untuk Kesehatan 5 Resep Masakan Sayur Hijau, Aneka Tumis ala Rumahan Namun, sudah tahu belum, kalau ada beberapa jenis buah dan sayur-sayuran yang kulitnya bisa dimakan langsung. Meskipun terdengar aneh, ternyata kulit tersebut justru mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan. Kulit buah dan sayuran umumnya mengandung antioksidan, serat, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi daripada bagian dalam buah itu sendiri. Melansir dari Readersdigest, Kamis 8/6/2023, Malina Malkani, MS, RDN, CDN, pencipta Wholitarian Lifestyle, buah dan sayuran yang tidak dikupas bisa jadi memiliki serat hingga 33% lebih banyak daripada yang dikupas. Dan tingkat antioksidan pada kulit buah bisa mencapai 328 kali lebih tinggi. Meskipun begitu, Alyssa Pike, RD, manajer komunikasi nutrisi dari International Food Information Council Foundation mengatakan jumlah nutrisi di setiap kulit bisa berbeda-beda, tergantung pada buah atau sayurannya. Lalu, apa saja buah dan sayur yang bisa dimakan tanpa harus mengupasnya lebih dulu? Oleh karena itu, ketahui beberapa buah dan sayur yang kulitnya sangat aman untuk dikonsumsi. Diet yang menyiksa sudah tidak zaman lagi. Saatnya nikmati diet mu dengan sayur-sayuran berikut yang pasti enak dan sehat. Simak video selengkapnya ya…ilustrasi buah apel/Photo by Aarón Blanco Tejedor on Unsplash1. Apel Daftar pertama ini pasti sudah tidak asing lagi. Ya, apel menjadi buah pertama yang bisa dikonsumsi dengan kulitnya. Menariknya, kandungan serat dan vitamin justru lebih banyak ditemukan pada kulit dibandingkan daging buah apel. Seperti misalnya ada vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang disebut quercetin yang dapat membantu otak dan paru-paru Anda bekerja lebih baik. Meskipun begitu, sayangnya buah apel termasuk buah-buahan yang mengandung pestisida yang cukup tinggi. Jadi, pastikan Anda mencuci buah apel dengan baik. Kalau memungkinkan, pilihlah apel organik untuk dikonsumsi secara rutin. 2. Semangka Kulit semangka memiliki asam amino tinggi yang disebut juga citrulline. Nutrisi ini dapat membantu menghilangkan kadar nitrogen berlebih dalam darah hingga membantu meringankan rasa sakit saat mengalami nyeri otot. Fakta lainnya, kulit semangka sendiri juga lebih tinggi kandungan citrulline daripada dagingnya yang berair. Namun, jika Anda tidak menyukai kulit semangka yang masih mentah, ada cara lain untuk mengonsumsinya. Seperti misalnya kulit semangka bisa diasinkan, dibuat jus, bahkan ditumis seperti memasak sayuran. 3. Ubi jalar Makanan yang satu ini sangat populer sebagai pengganti nasi saat menjalani diet. Selain itu, saat menonton drama Korea, pasti Anda sering melihat para tokoh suka membeli ubi jalar dan langsung memakannya dengan kulit. Pasalnya, ubi memang kaya serat dan rendah gula, jadi bisa membuat perut bisa kenyang lebih lama. Manfaat ubi sendiri bisa didapatkan secara optimal bila Anda mengonsumsinya langsung dengan kulit luarnya. Sebab, kulit ubi mengandung vitamin C, kalium, dan betakaroten. Adapun pada ubi jalar berwarna ungu memiliki senyawa antosianin yang berperan sebagai antioksidan. Untuk itu, pastikan Anda juga membersihkannya dengan tepat dan jangan menyisakan tanahnya. 4. Jeruk Bagaimana Anda menikmati buah jeruk? Biasanya, bagian kulitnya akan dikupas dan dibuang, lalu Anda akan memakan daging buahnya saja. Namun faktanya, kulit jeruk bisa dimakan juga, lho. Bahkan kulit jeruk memiliki vitamin C yang luar biasa, jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat daripada di dalam buahnya. Selain itu, kulit jeruk juga kaya akan vitamin B6, kalsium, potasium, magnesium, dan riboflavin vitamin B. Namun, bukan berarti Anda bisa memakannya begitu saja, karena rasa kulit jeruk cukup pahit. Agar dapat menikmati manfaat kulit jeruk ini, Anda bisa memarutnya lalu ditambahkan pada salad, yogurt, es krim, atau kue yang sedang dibuat. Rasanya pasti terasa lebih segar!5. MentimunIlustrasi kiwi Dmitry Demidov dari PexelsPilihan buah dan sayur yang bisa dimakan dengan kulit luar selanjutnya, yaitu mentimun. Buah yang biasanya dinikmati sebagai lalapan dan pelengkap smoothies, sebagian besar nutrisinya justru didapatkan pada bagian kulit luarnya yang berwarna hijau gelap. Di mana kulitnya memiliki banyak potasium, antioksidan, dan serat. Selain itu, juga kaya akan vitamin K, nutrisi yang membantu mendukung kesehatan tulang dan membantu proses pembekuan darah. Akan tetapi, jika mentimun yang Anda konsumsi ternyata tidak organik serta memiliki lapisan lilin yang cukup tebal, sebaiknya dikupas atau dicuci hingga bersih sampai lapisan tersebut hilang. 6. Mangga Mengonsumsi mangga bersama kulitnya mungkin terkesan aneh dan tidak biasa. Padahal, kulit mangga sendiri mengandung vitamin E, serat, dan polifenol yang baik bagi kesehatan tubuh sehingga sayang jika Anda lewatkan begitu saja. Namun, Anda harus tetap berhati-hati jika ingin mengonsumsi kulit mangga. Hal ini karena pada beberapa orang, kulit mangga bisa menyebabkan ruam gatal karena mengandung urushiol. Ada baiknya, sebelum dikonsumsi, Anda perlu mencuci mangga hingga bersih. Selain itu, pastikan juga Anda tidak memiliki alergi terhadap buah ini. 7. Persik Buah yang satu ini mungkin tidak sepopuler apel atau mangga, dan biasanya pun masih termasuk jajaran buah ekspor. Namun, kulit berbulu pada buah persik ternyata memiliki antioksidan dan vitamin. Tidak hanya itu saja, persik juga memiliki banyak serat, seperti vitamin A, serta karotenoid, sejenis antioksidan dan provitamin yang terdapat pada kulitnya. Manfaatnya tidak main-main, karena bisa mengurangi risiko mata katarak. 8. Kiwi Don't judge a book with a cover, mungkin inilah yang bisa menggambarkan buah kiwi. Memiliki kulit kasar yang keras serta berbulu halus, tapi buah kiwi bisa Anda makan dengan kulitnya juga. Namun siapa pun tidak menyangka, jika bagian ini justru mengandung banyak nutrisi. Di mana terdapat antioksidan dan vitamin C. Faktanya, kulit kiwi pun memiliki lebih banyak nutrisi daripada bagian dalamnya. Kalau ingin mengonsumsi buah kiwi, Anda bisa mengikis bulu halus jika tidak menyukainya. 9. KentangIlustrasi pare/copyright orang membuang kulit kentang sebelum diolah. Padahal, kentang sendiri bisa menjadi salah satu sayuran yang kulitnya tidak perlu dikupas dan bisa langsung dikonsumsi. Kulit kentang sendiri mengandung serat, vitamin B, vitamin C, kalium, kalsium, dan zat besi. Bila bagian kulitnya ini terbuang, tentu nutrisi yang Anda dapat jadi tidak utuh. Nah, jika Anda ingin memakan kentang dengan kulitnya, bisa dibersihkan dengan air lebih dahulu, gosok-gosok bagian kulitnya dan masak kentang dengan cara dipanggang. 10. Pare Meskipun rasanya pahit, pare menjadi kegemaran banyak orang. Terlebih pare sangat nikmat dikonsumsi dengan cara ditumis, diurap, dijadikan lalap, bahkan menjadi pelengkap siomay. Pare sendiri juga bisa dikonsumsi langsung dengan kulitnya. Tidak cuma lebih praktis, nutrisi yang Anda dapatkan bisa jauh lebih lengkap, karena kaya serat dan vitamin C. Selain menjaga kesehatan pencernaan, nutrisi ini bisa membantu tubuh lebih kuat melawan penyakit. 11. Pisang Makan pisang memang bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Lalu, bagaimana dengan kulit pisang? Ternyata, juga bisa dimakan bersama dengan kulitnya supaya nutrisi yang didapatkan jadi jauh lebih lengkap. Walaupun pahit, kulit pisang memiliki beberapa manfaat kesehatan yang luar biasa. Di dalamnya ada potasium dan antioksidan, seperti lutein yang baik untuk kesehatan mata. Kulit pisang juga memiliki triptofan, seperti asam amino. Jika ingin mengonsumsinya, Anda bisa merebusnya selama beberapa menit, lalu memanggangnya di oven. Selain itu, kulit pisang juga bisa dikeringkan untuk dijadikan sebagai seduhan teh atau pelengkap smoothies. 12. Labu Daftar terakhir yang bisa dikonsumsi dengan kulitnya, adalah buah labu. Labu seringkali diolah menjadi tumisan, sayur lodeh, sayur asam, bahkan cukup dikonsumsi sebagai lalapan. Biasanya sebelum dikonsumsi kulitnya akan dikupas dan dibuang. Hanya saja, jika ingin mendapatkan nutrisi utuh, labu bisa Anda konsumsi beserta dengan kulitnya. Sama seperti bagian dagingnya, kulit labu juga mengandung banyak nutrisi, khususnya serat. Asupan serat yang ini bisa mencegah Anda mengalami susah BAB alias Tanaman Sayuran yang Cocok Ditanam di Lahan Sempit. Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183 Ulin–J Hut Trop 12 120-127Oktober 2017120 Ulin –J Hut Trop 12 120-127PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH-BUAHAN SEBAGAI BAHAN BAKUPEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIRMarjenah*, Wawan Kustiawan, Ida Nurhiftiani,Keren Hapukh Morina Sembiring danRetno Precillya EdiyonoLaboratorium Silvikultur Fakultas Kehutanan Universitas MulawarmanGedung B11 Lantai 2 Kampus Gunung Kelua Jl. Ki Hajar Dewantara Box 1013Telp. 0541 735 089; 749 068 Fax. 0541 735 379 Samarinda 75116* E-mail marjenah_umar are one of the most important needs for human beings. In general, people use the pulp only, such as juice, jam,salad, syrup, etc. While the rind of the fruit, just thrown away and become waste. The purpose of this study to find outalternative wastes utilization of rind and know the nutrients contained in liquid organic fertilizer. The raw materialsderived from the waste of rind. This research was conducted at Nursery belong to Faculty of Forestry University ofMulawarman in ± 3 months effective. The experimental design uses 2 compost raw material mixtures of pineapple rindand dragon fruit rind A and pineapple rind and citrus rind B. Leach taking time at the 2nd, 4th, and 6th week afterthe composting activity. The results of this study indicate that leachate derived from pineapple rind and dragon fruit rindA produce more leachate 8,960 ml than leachate derived from pineapple rind and citrus rind B 6,551 ml. Thenutrient content of P is available on leachate derived from a mixture of pineapple rind and citrus rind almost 8 - 10times when compared with the standard of organic fertilizer. pH of leachate from pineapple rind and dragon fruit rindaverage and pH of pineapple rind and citrus rind an average of Both of value under standard quality score of4 - 9. Another research needs to be done to apply the resulting liquid organic Fruit rind; nutrient content; liquid organic fertilizer; leachateABSTRAKBuah-buahan merupakan kebutuhan yang penting bagi manusia. Pada umumnya masyarakat hanya memanfaatkandaging buahnya saja, misalnya dibuat jus, selai, salad, sirup, dll. Sedangkan kulit buahnya hanya dibuang dan menjadilimbah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemanfaatan limbah kulit buah-buahan dan mengetahui unsurhara yang terkandung di dalam pupuk organik cair POC yang bahan bakunya berasal dari limbah kulit ini dilaksanakan di Persemaian Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dengan waktu ± 3 bulanefektif. Pola penelitian menggunakan 2 campuran bahan baku kompos yaitu limbah kulit buah nenas + limbah kulitbuah naga A dan limbah kulit buah nenas + limbah kulit buah jeruk B dengan waktu pengambilan air lindi padapekan ke-2, ke-4, dan ke-6 setelah kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa lindi yang berasaldari campuran kulit buah nenas + buah naga menghasilkan lindi yang lebih banyak ml dibandingkan lindi yangberasal dari campuran kulit buah nenas + kulit buah jeruk ml. Kandungan unsur hara P tersedia pada lindi yangberasal dari campuran kulit buah nenas dan kulit buah jeruk hampir 8-10 kali lipat bila dibandingkan dengan standarmutu pupuk organik. pH lindi yang dari campuran kulit buah nenas + buah naga rata-rata 3,63 dan pH campuran kulitbuah nenas dan kulit buah jeruk rata-rata 3,71; kedua-duanya masih di bawah angka standar mutu yaitu 4-9. Perludilakukan penelitian yang lain untuk mengaplikasikan pupuk organik cair yang kunci Limbah kulit buah-buahan; kandungan hara; pupuk organik cair; air lindiPENDAHULUANDalam kehidupan sehari-hari, buah-buahanmerupakan kebutuhan yang penting bagi umumnya, masyarakat hanya memanfaatkandaging buahnya saja sebagai jus, selai, salad, dansirup. Sejauh ini pemanfaatan kulit buah sangatjarang ditemukan dan kulit buah-buahan tersebuthanya dibuang dan menjadi sampah. Bila sampahdibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpaada pengelolaan yang baik, maka akanmenimbulkan berbagai dampak kesehatan merupakan material sisa yang sudahtidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yangharus dibuang, yang umumnya berasal darikegiatan yang dilakukan oleh manusia Fadhilahet al., 2011.Keberadaan sampah buah-buahan yangmelimpah memiliki potensi yang besar sebagaisumber bahan baku untuk pembuatan pupukorganik cair. Tumpukan limbah buah-buahan inijarang dimanfaatkan oleh masyarakat, karenasudah tidak layak untuk makanan ternak. Biasanyasampah buah-buahan hanya dibiarkan saja,sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017121bagi kebersihan lingkungan dan dapatmengganggu kesehatan. Sebagai solusi daridampak yang ditimbulkan oleh sampah buah-buahan ini, limbah kulit buah-buahan ini dapatdijadikan sumber bahan baku alternatif yangpotensial untuk menghasilkan pupuk organik itu, teknologi ini juga banyakkeuntungan, yaitu bubur sampah buah-buahanslurry air lindinya dapat digunakan sebagaipupuk organik cair dan ampasnya dapat dijadikanmedia pertumbuhan media sapih. Pupuk organikyang dihasilkan adalah pupuk yang sangat kayaakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh senyawa-senyawa tertentu sepertiprotein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisadigantikan oleh pupuk kimia Bayuseno, 2009.Buah nenas matang umumnya dimakansegar, dibuat selai, jeli, dan saribuah. Buah nenasyang telah matang tidak tahan lama, 4-5 harisetelah panenmulai membusuk. Bagian buahnenas yang dapat dimakan mengandungairsebanyak 85%, protein 0,4%, gula 14%, lemak0,1%, serat 0,5%, serta banyakmengandungvitamin A dan B Ashari, 2006. Limbah kulitbuah nenas yang dihasilkan dari satu buah nenasberkisar 21,73-24,48 %, berat nenas rata-rata perbuah adalah sekitar 600-800 gram sehingga dalam200 kg nenas dapat menghasilkan sampah kulitbuah nenas sebanyak 40-50 itu, buah naga umur simpannya 7-10 hari pada suhu 14oC, karena memiliki kadar airyang tinggi yaitu mencapai 90%. Jumlah buahnaga dalam satu kilogram sekitar 3-4 beberapa jenis buah naga, yang banyakdigemari oleh masyarakat adalah jenis buah nagadengan daging buah berwarna merah karenamemiliki karakteristik rasa lebih manis biladibandingkan dengan jenis lainnya Wisesa et kulit yang dihasilkan dari satu buahnaga sekitar 30-35%, sehingga dari 200 kg buahnaga atau sekitar 50-66 biji buah naga dapatmenghasilkan limbah kulit buah naga sebanyak60-77 kg yang pada umumnya hanya dibuangsebagai limbah sehingga tidak dimanfaatkansecara optimal Tahir, 2008.Sebagai upaya pemanfaatan limbah hasilpertanian, kulit buah naga dapat dimanfaatkansebagai sumber pektin dalam pembuatan selai dandalam pangan fungsional. Kulit buah naga dapatdijadikan sumber antioksidan yang cukup tinggidan setara dengan daging buah naga. Kulit buahrata-rata menghasilkan pektin sekitar 10,40-16,76% Tang, et al., 2011.Buah jeruk yang masak sempurnamengandung 77-92% air, apabila waktu buahtumbuh terjadi kekeringan maka air dalam buahdapat diserap kembali oleh daun. Kandungan gulayang terdapat dalam bagian yang dapat dimakanbervariasi antara 2-5%, protein kurang dari 2%,dan asam sitrat 1-2%. Golongan jeruk pecel danlimau mengandung asam sitrat 6-7%. Konsumsibuah dan sari jeruk cukup baik, karena nilaikandungan vitamin C cukup, yaitu 50 mg dalam100ml jus. Disamping itu vitamin P jugadinamakan citrin dan vitamin A terdapat didalamnya Tohir, 1983.Pemanfaatan sampah organik selama ini lebihbanyak berupa pupuk organik dalam bentuk padat,masyarakat jarang memanfaatkan sampah organikmenjadi pupuk organik cair. Padahal pupukorganik dalam bentuk cair memiliki kelebihan biladibandingkan pupuk organik dalam bentuk organik cair lebih mudah diserap olehtanaman karena unsur-unsur yang terdapat didalamnya sudah terurai dan pengaplikasiannyalebih organik cair memberikan beberapakeuntungan, misalnya pupuk ini dapat digunakandalam media tanam padat dengan caramenyiramkannya ke akar ataupun disemprotkanke bagian tubuh tumbuhan. Perlakuan pemberianpupuk dengan cara penyemprotan pada daunterbukti lebih efektif dibandingkan denganperlakuan pemberian pupuk melalui penyiramanpada media tanam Marjenah, 2012.Tanah yang secara terus menerus ditanamipasti akan berkurang kesuburannya akibatkandungan unsur haranya semakin rendah. Olehsebab itu pemupukan penting untuk dilakukanguna meningkatkan kandungan unsur hara padatanah. Pupuk organik memiliki sifat yang ramahlingkungan meskipun efek penggunaannyacenderung lebih lambat. Pupuk organik dapatmemperbaiki sifat tanah dan dapat berperansebagai penyangga persediaan unsur hara bagitanaman sehingga pupuk organik dapatmengembalikan kesuburan tanah. Pupuk organikdapat dibagi dua yaitu pupuk organik padat danpupuk organik cair Yuliarti, 2009. Pupukorganik cair merupakan salah satu jenis pupukyang banyak beredar di pasaran. Jenis pupuk inikebanyakan diaplikasikan melalui daun ataudisebut sebagai pupuk cair foliar yangmengandung unsur hara makro dan utama pupuk cair yang sangat bagusdari sampah organik yaitu bahan organik basahatau bahan organik yang mempunyai kandungan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair122 Ulin –J Hut Trop 12 120-127air tinggi seperti sisa buah-buahan atau sayur-sayuran. Bahan ini kaya akan nutrisi yangdibutuhkan tanaman. Semakin besar kandunganselulosa dari bahan organik maka prosespenguraian bakteri akan semakin lamaPurwendro dan Nurhidayat, 2006.Pupuk organik cair adalah pupuk yangkandungan bahan kimianya rendah maksimal 5%,dapat memberikan hara yang sesuai dengankebutuhan tanaman pada tanah, karena bentuknyayang cair. Maka jika terjadi kelebihan kapasitaspupuk pada tanah, dengan sendirinya tanamanakan mudah mengatur penyerapan komposisipupuk yang dibutuhkan. Pupuk organik cair dalampemupukan jelas lebih merata, tidak akan terjadipenumpukan konsentrasi pupuk di satu tempat, halini disebabkan pupuk organik cair 100% organik cair ini mempunyai kelebihandapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dantidak bermasalah dalam pencucian hara jugamampu menyediakan hara secara cepatMusnamar, 2006.Selain berfungsi untuk tanaman, pupukorganik cair juga mampu mengurangi jumlahlimbah yang terdapat di lingkungan sertamenyehatkan lingkungan karena pupuk organikcair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman,kotoran hewan, dan limbah dari hasil aktivitasmanusia yang memiliki kandungan unsur haralebih dari satu Hadisuwito, 2008.Penulisan artikel ini bertujuan untuk mencarialternatif pemanfaatan limbah kulit buah nenasdicampur kulit buah naga, dan kulit buah nenasdicampur kulit jeruk, serta kandungan unsur harayang terkandung di dalam pupuk organik cairyang Lokasi PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di PersemaianFakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, dananalisis kandungan hara dilakukan diLaboratorium Tanah, Fakultas KehutananUniversitas Mulawarman. Waktu yang dibutuhkandalam penelitian ini selama ± 3 bulan efektifNopember 2015 hingga Januari 2016, meliputipersiapan alat dan bahan-bahan penelitian, prosespembuatan pupuk organik cair, pengambilan data,analisis kandungan unsur hara, pengolahan dananalisis data serta penulisan hasil Bahan dan Peralatan PenelitianBahan-bahan yang digunakan dalampenelitian ini1. Limbah kulit buah nenas Ananas comosusMerr sebanyak 35 kg2. Limbah kulit buah naga HylocereuscostaricensisHaw sebanyak 10 kg3. Limbah kulit buah jeruk Citrus sp. sebanyak5 kg4. Gula pasir sebanyak 500 gram5. Larutan Effective Microorganisme 4 EM4sebanyak 400 mlPeralatan yang digunakan untuk pelaksanaanpenelitian ini terdiri dari komposter sebagaiwadah fermentasi bahan pembuatan pupuk; botoluntuk penyimpan air lindi hasil fermentasi;spayer tempat campuran EM4 dan gula; baskomsebagai tempat untuk mencampur bahanpembuatan pupuk; timbangan untuk menimbangbahan-bahan pembuatan pupuk; thermometeruntuk mengukur suhu bahan pembuatan pupuk,dan perlengkapan Parameter PenelitianParameter yang diamati dalam penelitiandalam terdiri dari parameter utama volume airlindi hasil fermentasi dan unsur hara yangterkandung di dalam pupuk organik cair danparameter penunjang suhu bahan pembuatanpupuk dan pH air lindi.D. Pola PenelitianPenelitian ini menggunakan 2 macamcampuran limbah kulit buah-buahan sebagaibahan utama pembuatan pupuk organik cair, yaituLimbah kulit buah nenas Ananascomosus Merr 15 kg + limbah kulitbuah naga Hylocereus costaricensisHaw 10 kg, danLimbah kulit buah nenas Ananascomosus Merr 20 kg + limbah kulitbuah jeruk Citrus sp. 5 waktu pengambilan lindiPengambilan lindi pada pekan ke-2setelah pembuatan pupukPengambilan lindi pada pekan ke-4setelah pembuatan pupukPengambilan lindi pada pekan ke-6setelah pembuatan pupukSesuai dengan bahan utama dan waktupengambilan sampel lindi dapat diperoleh 6sampel lindi, yaituKompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas + Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017123limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-2Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-4Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah naga padapengambilan pekan ke-6Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-2Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-4Kompos cair berbahan dasarcampuran limbah kulit nenas +limbah kulit buah jeruk padapengambilan pekan ke-6E. Prosedur PenelitianTahapan pelaksanaan penelitian pembuatan pupukorganik cair adalah sebagai berikut1. Bahan-bahan utama pembuatan pupuk organikcair dipotong terlebih dahulu, untukmemperkecil ukuran bahan serta untukmempercepat proses Bahan dicampur merata sesuai bahan dasaryang Larutan aktivator disiapkan denganmencampurkan air, gula pasir, EM4, dan telahdidiamkan selama 24 Bahan-bahan yang telah disiapkan selanjutnyadicampur dengan larutan aktivator, lalu adukhingga Setelah semua bahan tercampur rata,kemudian dipindahkan ke dalam Suhu bahan di dalam komposter tersebutdiukur, kemudian komposter ditutup Proses fermentasi dibiarkan berlangsungselama ±7 Setelah 14 hari 2 pekan hasil produksipupuk organik cair sudah dapat DAN PEMBAHASANA. Volume Air Lindi Pupuk Organik Cairyang DihasilkanDari hasil fermentasi atau pengomposanbahan-bahan organik berupa kulit buah-buahandihasilkan pupukorganik cair atau sering disebutdengan air lindi. Air lindi merupakan air yangdihasilkan dari proses pengomposan sehinggamengandung mikroba-mikroba yang memilikikemampuan dalam mendekomposisi materialorganik Hanafi dkk, 2014. Air lindi diperolehkarena telahterjadi pemisahan antara zat padat danzat cair di dalam komposter. Air lindiyangdihasilkan diambil setiap 2 pekan fermentasi selama 6 pekan, didapatkan hasillindi dengan volume sebagai berikutTabel 1. Produksi air lindi pupuk organik cair dari bahan utama campuran kulit buah nenas + kulit buahnaga dan campuran kulit buah nenas + kulit buah jerukProduksi POC ml pekanke -15 kg KulitbuahNenas+ 10 kg kulitbuahNaga Merah20 kg KulitbuahNenas+ 5 kg kulit buah jerukProduksi pupuk organik cair dari campuranbahan kulit buah nenas dan kulit buah nagasebanyak ml lebih tinggi bila dibandingkandengan pupuk organik cair dari campuran bahankulit buah nenas dan kulit buah jeruk ml. Campuran bahan kulit buah nenas dankulit buah naga lebih tinggi karena kedua buahtersebut memiliki kadar air yang tinggi. Buahnaga memiliki kadar air tinggi sampai 90% Tang, 2011 dan buah naga ± 85% Rukmana,2003; Ashari, 2006.Volume air lindi pupuk organik cairterbanyak dihasilkan pada pemanenan pertamayaitu ml dan ml, semakin menurunpada panen yang kedua pekan ke-4 dan yangterendah adalah pada panen ketiga pekan ke-6hal ini disebabkan pada dua pekan pertamamikroorganisme yang terkandung dalam EM4maksimal beraktivitas, hal ini dibuktikan dengansuhu yang meningkat secara bertahap, kemudianperlahan-lahan turun sampai hari ke-39 lihatTabel 3. Menurut Yuniwati dkk, 2012, bakteri-bakteri yang terdapat pada EM4 mempunyai suhu Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair124 Ulin –J Hut Trop 12 120-127pertumbuhan optimal rata-rata pada suhu 40oC,semakin besar suhu sampai 40oC efektivitassemakin air lindi dilakukanhanya sampai 6 pekan, karena setelah pekankeenam kran komposter sudah tidak lagimengeluarkan air lindi. Oleh karena itu prosesfermentasi dinyatakan telah lindi yang dihasilkan dari bahan bakuutama limbah kulit buah nenas memiliki warnacoklat kekuningan dengan aroma nenas yangmenyengat, hal ini disebabkan karena bahan bakudidominasi oleh kulit buah nenas. Pemanenan ke-2 dihasilkan air lindi berwarna coklat mudadengan aroma nenas yang lebih menyengatdibandingkan dengan pemanenan ini karena kulit buah nenas sebagai bahanutama dan bahan tambahannya mulai teruraisempurna sehingga aroma nenas lebih menyengatdan air lindi yang dihasilkan menjadi coklat terakhir, kulit buah telah teruraisempurna sehingga warna menjadi coklat tua danaroma menyengat dari nenas sudah Kandungan Unsur HaraHasil analisis kandungan unsur hara NitrogenN, Fosfor P, Kalium K, Kalsium Ca,Magnesium Mg pada pupuk cair berbahan utamacampuran limbah kulit buah nenas +kulit buahnaga dan limbah kulit buah nenas + kulit jerukyang telahdilakukan di Laboratorium Tanah,Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarmandidapatkan hasil yang disusun bersama pupukorganik pembanding lainnya yaitu pupuk organikcair Greentonik dan pupuk organik cair 2. Analisis Kandungan Unsur Hara POC Limbah Kulit Buah Nenas + Kulit Buah Naga A dan KulitBuah Nenas + Kulit Buah Jeruk B serta Pembandingnya Greentonik dan SeprintKet *standar mutu pupuk organik berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/ analisis menunjukkan unsur NitrogenN pada kompos cair campuran A, berada padakisaran nilai yang masuk dalam standar mutu,sedangkan campuran B berada di bawah standarmutu. Nitrogen memegang peranan pentingsebagai penyusun klorofil, yang menjadikan daunberwarna hijau. Warna daun merupakan petunjukyang baik bagi aras nitrogen suatu nitrogen yang tinggi menjadikandedaunan lebih hijau dan mampu bertahan lama,sehingga untuk sejumlah tanaman menyebabkanketerlambatan pematangan. Jika keterlambatan inisampai memasuki keadaan lingkungan yang tidakmenguntungkan, produksi tanaman bisa gagalPoerwowidodo, 1998. Nitrogen mempengaruhipertumbuhan tanaman dengan cara menjadikantanaman berwarna hijau, meningkatkanpertumbuhan daun dan batang. Unsur Nberkorelasi kuat dengan jaringan meristem,sehingga sangat menentukan pertumbuhantanaman Hanafiah, 2005.Untuk unsur fosfor P pada campuran Amaupun B memiliki nilai di bawah standar dianggap sebagai kunci kehidupantanaman key of plants life. P termasuk unsurhara esensial bagi tanaman dengan fungsi sebagaipemindah energi sampai segi-segi gen, yang tidakdapat digantikan oleh hara lain. Peranan P dalampenyimpanan dan pemindahan energi nampaknyamerupakan fungsi terpenting karena hal ini Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017125mempengaruhi berbagai proses lain dalamtanaman Rosmarkam dan Yuwono, 2006;Poerwowidodo, 1998.Fosfor di dalam tanaman mempunyai fungsisangat penting yaitu dalam proses fotosintesis,respirasi, transfer dan penyimpanan energi,pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Fosformeningkatkan kualitas buah, sayuran, biji-bijiandan sangat penting dalam pembentukan biji. Pjuga sangat penting dalam transfer sifat-sifatmenurun dari satu generasi ke generasiberikutnya. Fosfor membantu mempercepatperkembangan akar dan perkecambahan, dapatmeningkatkan efisiensi penggunaan air. Sebagianbesar tanaman dapat mengambil me-recovery Pyang diberikan dari pupuk 10 –30% dari total Pyang diberikan selama tahun pertama yang lain dari unsur fosfor padatanaman yaitu untuk pembentukan bunga danbuah, sehingga dapat dikatakan bahwa bagiantanaman yang paling tinggi kandungan fosfornyaadalah bagian buahHanafiah, 2005.Sementara itu, untuk unsur kalium Kberada jauh di bawah standar mutu. Kaliummerupakan unsur esensial bagi seluruh makhlukhidup. Pada jaringan tanaman tinggi, kaliummenyusun 1,7-2,7% bahan kering daun normalHanafiah, 2005. Kebutuhan tanaman terhadapion K tidak dapat diganti secara lengkap olehkation alkali lain. Tanpa kalium, tanaman tidakmampu mencapai pertumbuhan dan aras hasilmaksimal. Kalium terlibat dalam berbagai prosesfisiologi tanaman, terutama berperan dalamberbagai reaksi biokimia Poerwowidodo, 1998.Ion K di dalam tanaman berfungsi sebagaiaktivator dari banyak enzim yang berpartisipasidalam beberapa proses metabolisme utamatanaman. Fungsi penting K dalam pertumbuhantanaman adalah pengaruhnya pada efisiensipenggunaan air, proses membuka dan menutupstomata, dikendalikan oleh konsentrasi K dalamsel yang terdapat di sekitar stoma. Defisiensi Kdapat menyebabkan stomata membuka hanyasebagian dan menjadi lebih lambat unsur kalsium Ca dan magnesiumMg tidak ada standar mutu dari atau peningkatan kadar Ca dan Mgpada tanah defisiensi K atau penambahan kadarCa pada tanah defisiensi Mg dapat menyebabkantidak seimbangnya unsur hara yang akhirnyadapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidakbaik. Dalam tanaman Mg merupakan atom pusatdalam molekul klorofil sehingga sangat pentingdalam hubungannya dengan juga membantu metabolisme fosfat,respirasi dan aktivator beberapa enzim. Sumberutama Mg adalah batu kapur dolomit, merupakanbahan yang sangat baik memberikan Ca dan Mgselain untuk menetralisir kemasaman tanahHanafiah, 2005.pH kompos cair yang dihasilkan dari limbahkulit buah-buahan memiliki nilai sedikit lebihrendah dari ketentuan standar mutu. Untukmeningkatkan pH hingga mencapai standar yangditetapkan oleh pemerintah dalam standar mutu,dapat dilakukan dengan cara penambahan kapurpada saat pengaplikasian pupuk di kandungan unsur hara makro N, P,K, Ca, Mg terhadap pupuk organik cair yangbahan bakunya dari kulit buah-buahan tropis,dapat dikemukakan disini bahwa untuk pupukorganik cair dari kulit buah nenas + kulit buahnaga memiliki kandungan unsur N lebih tinggidaripada standar mutu, unsur P dan unsur Kkurang dari standar mutu. Sementara itu, untukpupuk organik cair yang bahan bakunya dari kulitbuah nenas + kulit buah jeruk memilikikandungan unsur N, P dan K kurang dari demikian, untuk pengaplikasianpupuk organik cair di lapangan perlu ditambahkanunsur hara yang kandungannya rendah N, P danK, sehingga terjadi keseimbangan unsur pupuk organik cair ini relatif amanbagi tanaman, karena bahan bakunya juga berasaldari bagian tubuh tanaman, selain itu, karenabentuknya yang cair akan memudahkan bagitanaman untuk melakukan penyerapan unsur Santi 2010, pupuk organik cair dapatdigunakan sebagai supleman bagi Suhu Komposter Saat FermentasiSuhu merupakan salah satu indikator yangmenujukkan perubahan aktivitas mikroorganismedalam menguraikan bahan organik. Selain itu,pengukuran suhu selama proses dekomposisipenting untuk dilakukan sebagai eveluasi suatuproses pengomposan berjalan dengan baik atautidak. Setelah dilakukan pemcampuran denganEffective Microorganisme 4 EM4 hingga prosesfermentasi berlangsung di dalam komposter,diperoleh hasil pengukuran suhu pupuk organikcair seperti ditampilkan pada tabel berikut Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-buahan sebagai Bahan Baku Marjenah, dkkPembuatan Pupuk Organik Cair126 Ulin –J Hut Trop 12 120-127Tabel 3. Suhu komposter pada pembuatan pupukorganik cair dari limbah buah-buahanTabel di atas menunjukkan bahwa suhu rata-rata pengomposan yang didapat adalah 32,5OCpada campuran A dan 32,1OC pada campuranB. Pada campuran A, peningkatan suhu terjadisecara bertahap pada hari ke-1 sampai hari ke-9,sedangkan pada campuran B peningkatan suhusudah terjadi pada hari ke-2 suhu pada awal proses pengomposanmenandakan bahwa proses pengomposan berjalandengan baik, hal ini mengindikasikan bahwamikroorganisme yang terkandung dalam EM4Effective microorganisme 4 bekerja secaramaksimal selama proses pengomposan, hal inijuga dibuktikan dengan volume air lindi terbanyakterjadi pada pemanenan pertama pekan-2.Semakin tinggi suhu sampai 40OC efektivitaskerja bakteri semakin tinggi. Bakteri-bakteri yangterdapat pada EM4 mempunyai pertumbuhanoptimal rata-rata pada suhu 40OC Yuniwati, dkk.,2012.Pengukuran suhu tertinggi terjadi pada harike-2 45OC pada campuran B dan harike-9 46OCpada campuran A dan pada hari ke-10 danseterusnya hingga hari ke-39 terjadi penurunansuhu secara bertahap. Sejumlah energi dilepaskandalam bentuk panas pada perombakan bahanorganik sehingga mengakibatkan naik turunnyasuhu. Peningkatan suhu adanya aktivitas bakteridalam mendekomposisi bahan organik. Kondisimesofilik lebih efektif karena aktivitasmikroorganisme didominasi proto bakteri danfungi. Pengadukan atau pembalikan yangdilakukan dalam proses pengomposanmengakibatkan suhu turun dan kemudian naik lagiPandebesie dan Rayuanti, 2013.KESIMPULAN DAN SARANA. KesimpulanPupuk organik cair dari kulit buah nenas+ kulit buah naga memiliki kandungan unsurN lebih tinggi daripada standar mutu, unsur Pdan unsur K kurang dari standar itu, untuk pupuk organik cair yangbahan bakunya dari kulit buah nenas + kulitbuah jeruk memiliki kandungan unsur N, Pdan K kurang dari standar SaranPengaplikasian pupuk organik cair dilapangan perlu ditambahkan unsur hara yangkandungannya rendah, sehingga terjadikeseimbangan unsur hara. Pengaplikasian pupukorganik cair ini relatif aman bagi tanaman, karenabahan bakunya juga berasal dari bagian tubuhtanaman. Selain itu, karena bentuknya yang cairakan memudahkan bagi tanaman untukmelakukan penyerapan unsur PUSTAKAAshari, S. 2006. Hortikultura Aspek Universitas 2009. Penerapan dan PengujianTeknologi Anaerob Digester UntukPengolahan Sampah Buah-buahan dariPasar Tradisional. Rotasi, Volume A., H. Sugianto, H. Kuncoro, T. W. Murtini, 2011. Kajian PengelolaanSampah Kampus Jurusan ArsitekturFakultas Teknik Universitas 112.Hanafi, Y., Yulipriyanto, dan B. Ocatvia. Penambahan Air LindiTerhadap Laju Dekomposisi SampahDaun yang Dikomposkan dalam Bioedukatika No. 2Desember 2014. p. K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Cetakan-1. Divisi BukuPerguruan Tinggi. PT Raja GrafindoPersada. 2012. Respon Morfologis SemaiGaharu Aquilaria malaccensis LamkTerhadap Perbedaan Teknik Pemberian Ulin–J Hut Trop 12 120-127 pISSN 2599 1205, eISSN 2599 1183Oktober 2017127dan Konsentrasi Pupuk Organik Nasional Masyarakat PenelitiKayu Indonesia XV. Fakultas KehutananUniversitas Hasanuddin Makassar,Indonesia. November 6-7, 2006. Pupuk Organik Cair dan Padat,Pembuatan, Aplikasi. Penebar dan D. Rayuanti. 2013. PengaruhPenambahan Sekam pada ProsesPengomposan Sampah Domestik. JurnalLingkungan Tropis, 61 1998. Telaah Kesuburan Angkasa. S. dan Nurhidayat. 2006. MengolahSampah Untuk Pupuk Pestisida Swadaya. P. Y., C, J. Wong., K, K. Woo. of Pectin Extraction fromPeel of Dragon FruitHylocereuspolyrhizus. Asian Jurnal ofBiological Sciences, 42 S. S. 2010. Kegiatan Pemanfaatan LimbahNilam Untuk Pupuk Cair Organik DenganProses Fermentasi. Jurnal Teknik Kimia,42.Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2006. IlmuKesuburan Tanah. Penerbit R. 2003. Nenas Budidaya danPascapanen. Kanisius. M., F, Iskarima dan A, Optimasi Kondisi ProsesPembuatan Kompos dari Sampah Organikdengan Cara Fermentasi MenggunakanEM4. Jurnal Fakultas Teknologi IndustriInstitut Sains dan B. T danS, B. Widjanarko. Nilai Maksimum ProsesEkstraksi Kulit Buah Naga MerahHylocereus costaricensis. JurnalPangandan Agroindustri, 23 S., K. Sofyan, dan Jurnal Ilmu dan Teknologi KayuTropis Volume 5, No. 2. MasyarakatPeneliti Kayu Indonesia. Bogor. ... Khusus untuk limbah buah-buahan, jenis limbah ini jarang dimanfaatkan kembali oleh masyarakat karena dianggap tidak layak untuk makanan ternak. Umumnya limbah ini dibiarkan membusuk, sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap serta mengganggu kesehatan Marjenah et al., 2018. ...Pada masa pandemik Covid-19 seperti saat ini, kebutuhan makanan sehat termasuk sayuran sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga terbebas dari infeksi penyakit tersebut. Ketersediaan sayuran sehat dapat diperoleh melalui pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam sayuran secara organik. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengembangan pertanian organik dalam menunjang pertanian berkelanjutan di masa pandemik Covid-19. Adapun target program ini adalah masyarakat Kelurahan Kambu dan pemerintah kota Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari. Kegiatan yang dilakukan melibatkan partisipasi berbagai pihak pemerintah kota, masyarakat, mahasiswa dan akademisi melalui penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi, serta pembuatan demplot budidaya sayuran organik. Melalui pembimbingan ini diharapkan terwujud pertanian organik secara berkelanjutan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat khususnya anggota kelompok wanita tani Wijaya Kusuma Kelurahan Kambu meningkat dalam pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya sayuran sehat. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penerapan pupuk organik dan pestisida nabati eco-enzim meningkat melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini. Peningkatan pengaplikasian pupuk organic dan eco-enzim untuk budidaya sayuran skala rumah tangga oleh Kelompok Wanita Tani Wijaya Kusuma Kelurahan Kambu Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari. Tersedianya bahan makanan sehat berupa sayuran organic yang berkelanjutan. Kerjasama antara pemerintah kota dan akademisi semakin terjalin erat melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Yahya HanafiBernadetta YulipriyantoOcatviaSampah merupakan barang atau segala sesuatu yang dianggap sudah tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi dan tidak dapat dipergunakan tidak fungsional lagi. Sampah daun merupakan sampah organik terbanyak di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta UNY. Pengomposan secara alami berlangsung cukup lama, dengan penambahan aktivator dapat mempercepat proses pengomposan. Alternatif aktivator yang dapat digunakan yaitu air lindi dari hasil proses pengomposan sampah daun di rumah Kompos UNY. Melalui penelitian ini akan diungkap kemampuan mikroorganisme di dalam air lindi untuk mempercepat laju dekomposisi sampah daun dan mengetahui dinamika densitas utama penelitian yaitu sampah daun kelengkeng Euphoria longana, daun ketepeng Cassia tora L., dan air lindi dari pengomposan di rumah kompos UNY. Penelitian ini memakai 6 taraf perlakuan air lindi, yaitu perlakuan A = kontrol tanpa air lindi ; B = 2,2 liter ; C = 3,2 liter ; D = 4,2 liter ; E = 5,2 liter ; F = 6,2 liter, jumlah volume sampah daun 8 kg setiap perlakuan. Penelitian dilakukan dengan skala kecil dalam vessel ember berukuran 8 liter selama 70 hari di rumah kompos UNY. Laju dekomposisi sampah daun ditentukan dari besarnya penurunan rasio C/N pada akhir air lindi sebesar 5,2 liter dalam 8 kg sampah daun paling optimum menurunkan rasio C/N sebesar 43,18% dengan lama waktu pengomposan selama 70 hari. Dinamika densitas bakteri- fungi berkaitan dengan penurunan rasio C/N, kadar Karbon C, kadar Bahan Organik BO, kadar air, bobot kompos dan peningkatan kadar Nitrogen N, kadar Phospor P, kadar Kalium K, dan pH SorayaSanti JurusanTeknik KimiaSurabayaWaste of the distillation of pogestemon cablin still havet high nutrient content and potential as a good raw material of organic fertilizer . Rapid composting technology and efficient organic fertilizer will produce high quality compost. This study aim to determine the best conditions in terms of fermentation time 6,10,14,18,22 day and volume of bacteria EM4 2,4,8,10% EM4/solution were added to the N, P, K most in the process of making liquid fertilizer to use waste leaves the distillation of pogestemon cablin of N, P and K respectively weight, and heavy weight and the volume EM4 8% and the fermentation time of 14 Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Bayuseno, 2009. Penerapan dan Pengujian Teknologi Anaerob Digester Untuk Pengolahan Sampah Buah-buahan dariS AshariAshari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Bayuseno, 2009. Penerapan dan Pengujian Teknologi Anaerob Digester Untuk Pengolahan Sampah Buah-buahan dari Pasar Tradisional. Rotasi, Volume 11 A HanafiahHanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Edisi-1. Buku PerguruanTinggiDivisi Buku Perguruan Tinggi. PT Raja Grafindo Persada. Morfologis Semai Gaharu Aquilaria malaccensis Lamk Terhadap Perbedaan Teknik Pemberian dan Konsentrasi Pupuk Organik CairMarjenahMarjenah, 2012. Respon Morfologis Semai Gaharu Aquilaria malaccensis Lamk Terhadap Perbedaan Teknik Pemberian dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair. Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia XV. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia. November 6-7, Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar SwadayaMusnamarMusnamar. 2006. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar Swadaya. Penambahan Sekam pada Proses Pengomposan Sampah DomestikE S D PandebesieRayuantiPandebesie, dan D. Rayuanti. 2013. Pengaruh Penambahan Sekam pada Proses Pengomposan Sampah Domestik. Jurnal Lingkungan Tropis, 61 31-40.
kulit buah dan sayur disebut limbah organik karena